Fenomena Horeg dan Dampak Sosial yang Mengiringinya

 

dampak lingkungan horeg
dampak lingkungan horeg

Fenomena musik jalanan yang dikenal dengan istilah horeg semakin sering menjadi sorotan. Musik ini muncul di berbagai acara, mulai dari karnaval, pesta rakyat, hingga hiburan jalanan. Dengan dentuman keras khas sound system, horeg menjadi simbol gaya hidup baru anak muda di sejumlah daerah. Namun, kehadirannya tidak selalu diterima dengan tangan terbuka.

Di satu sisi, horeg dianggap sebagai bentuk kreativitas lokal yang menghadirkan hiburan murah meriah bagi masyarakat. Di sisi lain, banyak pihak mengeluhkan kebisingan, potensi kericuhan, hingga masalah sosial yang ditimbulkan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai fenomena horeg, pandangan masyarakat, hingga pro dan kontra yang menyertainya.

Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih jauh karena menyentuh berbagai aspek: budaya, sosial, bahkan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan bijak, horeg bisa saja berubah dari sekadar hiburan menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.

Sejarah Singkat Horeg dalam Budaya Lokal

Horeg bermula dari modifikasi sound system rumahan yang kemudian dibawa ke jalan. Musik dengan bass menggelegar ini berkembang cepat di kalangan komunitas muda yang hobi bereksperimen. Awalnya, horeg hanya dianggap hiburan alternatif, namun lama-kelamaan menjadi gaya hidup baru yang identik dengan pesta jalanan.

Perkembangannya tidak lepas dari pengaruh budaya populer, terutama tren musik EDM dan remix dangdut yang dikemas dengan dentuman kuat. Hal ini membuat horeg berbeda dari musik tradisional maupun hiburan konvensional.

Horeg sebagai Identitas Komunitas Anak Muda

Bagi sebagian anak muda, horeg bukan sekadar musik keras. Ia menjadi identitas baru, sebuah cara untuk mengekspresikan kebebasan, keberanian, dan solidaritas komunitas. Banyak kelompok pemuda bahkan bangga memiliki sound system besar untuk tampil di acara-acara lokal.

Fenomena ini mirip dengan subkultur musik di berbagai negara, di mana dentuman musik keras menjadi simbol eksistensi. Horeg berhasil membangun komunitas dengan ikatan emosional yang kuat.

Kritik dan Protes Warga Sekitar

Meski populer, horeg sering menuai kritik dari warga. Keluhan utama datang dari kebisingan yang dianggap mengganggu ketenangan. Banyak laporan bahwa acara horeg berlangsung hingga larut malam, membuat warga sekitar tidak bisa beristirahat.

Selain itu, tidak jarang warga menilai bahwa fenomena ini rawan menimbulkan kericuhan. Bentrokan antar kelompok pemuda kerap terjadi akibat perebutan lokasi panggung atau saling unjuk kekuatan sound system. Kondisi ini memicu keresahan sosial yang cukup serius.

Regulasi dan Izin Resmi Horeg

Pemerintah daerah mulai turun tangan dengan menerapkan aturan izin resmi untuk acara horeg. Langkah ini dilakukan demi menjaga ketertiban sekaligus melindungi hak masyarakat untuk beristirahat dengan tenang.

Namun, regulasi ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, pemerintah ingin mendukung kreativitas anak muda. Di sisi lain, mereka harus mengutamakan kenyamanan publik. Banyak pihak menilai bahwa aturan yang lebih jelas dan konsisten sangat diperlukan agar horeg tidak terus menimbulkan polemik.

Dampak Sosial dari Fenomena Horeg

Fenomena horeg memiliki dua sisi. Dari sisi positif, horeg bisa mempererat solidaritas komunitas, membuka peluang bisnis jasa sound system, hingga menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, dari sisi negatif, horeg dapat menimbulkan stigma buruk pada generasi muda. Banyak orang tua menganggap horeg identik dengan keributan, alkohol, dan tindakan tidak tertib. Dampak sosial ini membuat horeg sering dipandang sebelah mata oleh kalangan yang lebih tua.

Dampak Ekonomi dari Hiburan Horeg

Hiburan horeg tidak bisa dipungkiri membawa dampak ekonomi. Penyewaan sound system, jasa event organizer, hingga pedagang makanan di sekitar lokasi acara mendapat keuntungan. Bahkan, banyak pemuda menjadikan horeg sebagai peluang usaha dengan menyediakan perlengkapan musik.

Namun, dampak ekonomi ini juga harus diimbangi dengan tata kelola yang baik. Jika tidak, justru bisa menimbulkan persaingan tidak sehat antar penyedia jasa, bahkan konflik di tingkat lokal.

Dampak Lingkungan Horeg

Selain dampak sosial dan ekonomi, horeg juga memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. Suara dentuman keras bisa menimbulkan polusi suara, yang berdampak pada kesehatan warga sekitar. Tidak sedikit laporan tentang gangguan tidur, stres, hingga gangguan konsentrasi akibat paparan suara berlebihan.

Selain itu, acara horeg sering meninggalkan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Hal ini menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan, terutama jika acara berlangsung di ruang publik seperti lapangan atau jalan utama.

Masa Depan Horeg: Antara Kreativitas dan Ketertiban

Fenomena horeg masih terus berkembang, seiring dengan meningkatnya popularitas musik keras di kalangan anak muda. Namun, masa depannya sangat bergantung pada bagaimana masyarakat dan pemerintah mengelola fenomena ini.

Jika dikelola dengan baik, horeg bisa menjadi hiburan kreatif yang diterima luas. Tetapi jika dibiarkan tanpa aturan yang jelas, potensi konflik dan dampak negatif akan semakin besar. Kolaborasi antara komunitas horeg, warga, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban sosial.

Share

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel