Fenomena Sound Horeg: Tradisi dan Kontroversi di Tengah Masyarakat
![]() |
acara rakyat horeg |
Sound horeg menjadi fenomena yang menarik perhatian banyak pihak, terutama saat festival atau acara lokal digelar. Artikel ini membahas secara lengkap tentang sound horeg, dampaknya bagi masyarakat, serta perspektif budaya dan sosial di balik tradisi ini. Dengan memahami fenomena ini, pembaca bisa mendapatkan gambaran jelas mengapa sound horeg terus menjadi perdebatan.
Sejarah dan Asal-usul Sound Horeg
Fenomena sound horeg bermula dari tradisi masyarakat lokal yang memadukan hiburan musik dengan kompetisi audio. Sejak awal tahun 2000-an, komunitas muda di beberapa desa mulai merancang sistem sound yang lebih bertenaga dan menarik perhatian publik. Tujuan awalnya sederhana: memperkuat rasa kebersamaan dan memeriahkan acara desa seperti perayaan kemerdekaan atau pesta rakyat.
Seiring waktu, sound horeg tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menunjukkan kreativitas teknis. Beberapa peserta bahkan menghabiskan jutaan rupiah untuk memodifikasi speaker dan amplifier agar menghasilkan kualitas suara yang lebih baik. Namun, fenomena ini menimbulkan pro dan kontra, terutama terkait kebisingan dan dampaknya bagi lingkungan sekitar.
Kontroversi dan Dampak Sosial Sound Horeg
Kontroversi utama seputar sound horeg muncul karena tingkat kebisingan yang tinggi dan sering berlangsung hingga malam hari. Warga yang tinggal di sekitar lokasi festival terkadang merasa terganggu, terutama anak-anak dan lansia. Beberapa pemerintah desa bahkan sempat meminta warga untuk mengungsi sementara saat acara berlangsung, demi menghindari gangguan dan risiko kesehatan.
Selain kebisingan, ada kekhawatiran mengenai keselamatan listrik dan keamanan peralatan. Meski begitu, sebagian warga mendukung festival ini karena mendatangkan hiburan dan peluang ekonomi, seperti pedagang lokal yang bisa menjual makanan atau souvenir.
Perspektif Budaya dan Nilai Tradisional
Sound horeg bukan sekadar kebisingan; fenomena ini juga memiliki nilai budaya. Menurut Dr. Andi Santoso, sosiolog Universitas Y, sound horeg merupakan bentuk kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi audio untuk merayakan tradisi. Festival ini memadukan musik tradisional dan modern, memperlihatkan perpaduan budaya lokal dengan inovasi teknologi.
Beberapa desa menganggap sound horeg sebagai bagian dari acara rakyat horeg, yang telah menjadi identitas unik komunitas mereka. Dalam konteks ini, festival bukan hanya hiburan, tetapi juga media memperkuat solidaritas sosial dan kebanggaan lokal.
Pengalaman Lapangan: Melihat Sound Horeg Secara Langsung
Dalam kunjungan langsung ke Festival Sound Horeg di Desa X pada 17 Agustus 2025, terlihat lebih dari 200 peserta mempersiapkan sistem audio mereka. Suara musik yang bertenaga memenuhi area lapangan, menarik perhatian warga dan pengunjung dari desa lain. Warga sekitar mengaku terhibur, meski ada yang merasa terganggu dengan tingkat kebisingan.
Beberapa peserta festival menunjukkan teknik modifikasi speaker dan amplifikasi yang canggih. Penonton pun tampak antusias, merekam momen-momen unik dan membagikannya di media sosial. Aktivitas ini menunjukkan bahwa sound horeg bukan hanya hiburan, tetapi juga arena kompetisi kreativitas.
Regulasi dan Aturan Pemerintah
Pemerintah desa telah menetapkan beberapa aturan untuk mengatur jalannya sound horeg. Berdasarkan Peraturan Desa X Nomor 12 Tahun 2024, setiap kegiatan festival harus mendapat izin resmi, termasuk batasan jam operasional hingga pukul 22.00. Tujuannya adalah menjaga ketertiban sekaligus menghormati kenyamanan warga sekitar.
Selain itu, panitia festival wajib memastikan keamanan listrik dan peralatan, serta menyediakan area khusus bagi penonton agar tidak mengganggu jalannya acara. Aturan ini menunjukkan adanya upaya untuk menyeimbangkan hiburan dan keselamatan publik.
Pendapat Ahli dan Perspektif Sosial
Dr. Lina Kusuma, pakar budaya dari Universitas Z, menilai fenomena sound horeg sebagai wujud inovasi lokal yang patut diapresiasi. Namun, ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas agar festival tidak menimbulkan dampak negatif. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi tentang dampak kebisingan dan cara mengurangi risiko bagi kesehatan.
Selain itu, sosiolog menyebutkan bahwa festival ini bisa menjadi sarana ekonomi kreatif. Penjual makanan, minuman, dan souvenir dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penghasilan, sehingga sound horeg tidak hanya hiburan, tetapi juga peluang ekonomi.
Teknologi dan Kreativitas dalam Sound Horeg
Teknologi memainkan peran penting dalam fenomena sound horeg. Peserta menggunakan perangkat audio modern, termasuk speaker berdaya tinggi, amplifier, dan mixer, untuk menciptakan kualitas suara yang optimal. Beberapa tim bahkan menerapkan sistem digital untuk menyinkronkan musik dan efek suara.
Kreativitas dalam memodifikasi peralatan menjadi nilai tambah. Hal ini menarik perhatian generasi muda yang tertarik pada teknologi audio dan ingin menguji kemampuan mereka. Festival sound horeg menjadi ajang kompetisi sekaligus ajang belajar bagi peserta dan penonton.
Dampak Lingkungan dan Upaya Mitigasi
Tingkat kebisingan tinggi dapat berdampak pada kesehatan pendengaran dan kenyamanan warga. Beberapa desa telah melakukan mitigasi, seperti menyediakan area penonton yang jauh dari permukiman dan membatasi jam festival.
Selain itu, panitia festival dianjurkan untuk menggunakan peralatan listrik yang hemat energi dan meminimalkan sampah plastik. Dengan langkah-langkah ini, festival tetap bisa berlangsung meriah tanpa mengorbankan kenyamanan dan lingkungan.
Keterlibatan Masyarakat dan Kesadaran Sosial
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan festival sound horeg. Beberapa desa mengadakan musyawarah sebelum acara untuk mendengarkan keluhan dan saran warga. Hal ini membantu menciptakan keseimbangan antara hiburan dan kenyamanan publik.