Tiga Alasan Hukum Islam Menyatakan Sound Horeg Dilarang
![]() |
aturan daerah horeg |
Sound horeg merupakan fenomena yang banyak ditemui di berbagai acara hiburan atau perayaan, terutama di masyarakat perkotaan dan pinggiran kota. Namun, dari perspektif hukum Islam, praktik sound horeg menuai banyak kontroversi karena berbagai alasan yang sangat mendasar. Artikel ini akan membahas tiga alasan utama mengapa hukum Islam menilai sound horeg sebagai hal yang dilarang, dengan tambahan perspektif hukum positif dan dampak sosial yang relevan bagi masyarakat modern.
1. Mengganggu Pihak Lain
Alasan pertama larangan sound horeg dalam Islam adalah karena sifatnya yang mengganggu orang lain. Sound horeg biasanya menggunakan volume tinggi yang dapat menimbulkan kebisingan ekstrem, terutama pada malam hari. Dari perspektif hukum Islam, prinsip utama yang harus dijaga adalah hak orang lain atas ketenangan dan kenyamanan. Rasulullah SAW pernah menekankan pentingnya tidak menyakiti orang lain dalam berbagai hadits.
Selain itu, gangguan ini juga memiliki implikasi hukum. Berdasarkan aturan daerah horeg yang berlaku di beberapa kota, penggunaan sound horeg dengan volume tinggi dapat dikenai sanksi administratif, bahkan pidana ringan jika terbukti mengganggu ketertiban umum. Konsekuensi ini menunjukkan bahwa larangan sound horeg tidak hanya bersifat religius, tetapi juga memiliki dasar legal yang kuat.
2. Identik dengan Perilaku Negatif atau Kefasikan
Sound horeg sering dikaitkan dengan perilaku negatif atau kefasikan. Acara yang menggunakan sound horeg biasanya diiringi dengan joget bebas, campur baur antara pria dan wanita, dan terkadang berpakaian tidak sesuai dengan prinsip Islam. Aktivitas ini berpotensi menjadi sarana penyebaran perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama, sehingga dianggap sebagai simbol kefasikan.
Selain alasan religius, fenomena ini juga memunculkan masalah sosial. Warga sekitar bisa merasa terganggu secara moral maupun psikologis, terutama ketika acara tersebut berlangsung hingga larut malam atau menimbulkan kesan tidak tertib. Dengan kata lain, sound horeg tidak hanya memengaruhi sisi spiritual individu, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan dan moral masyarakat secara keseluruhan.
3. Berpotensi Memicu Kemaksiatan
Alasan ketiga adalah sound horeg dapat memicu kemaksiatan secara langsung. Acara yang diiringi sound horeg biasanya menimbulkan kesempatan bagi perilaku yang melanggar syariat, seperti pergaulan bebas dan pembukaan aurat. Dalam hukum Islam, tindakan yang membuka peluang kemaksiatan termasuk hal yang harus dicegah (sadd al-dhara’i).
Lebih lanjut, acara ini juga berpotensi menimbulkan efek domino pada masyarakat, misalnya ketertiban lingkungan terganggu dan norma sosial yang ada menjadi tereduksi. Ini menjadi alasan tambahan mengapa hukum Islam menekankan pentingnya menjauhi praktik sound horeg.
4. Potensi Sanksi Hukum dan Dampak Sosial
Selain alasan agama, sound horeg memiliki implikasi hukum dan sosial yang nyata. Berdasarkan peraturan yang mengatur kebisingan dan ketertiban umum, penggunaan sound horeg bisa dikenai sanksi administratif atau pidana ringan apabila terbukti mengganggu ketertiban masyarakat. Misalnya, beberapa aturan daerah horeg melarang penggunaan sound horeg di wilayah permukiman tertentu dan menetapkan denda bagi pelanggar.
Di sisi sosial, sound horeg menimbulkan gangguan pada warga sekitar, terutama yang membutuhkan ketenangan untuk tidur, bekerja, atau beribadah. Konflik antarwarga akibat kebisingan ini sudah banyak terjadi, sehingga larangan sound horeg memiliki alasan praktis yang jelas, selain alasan agama.
5. Perspektif Fatwa dan Otoritas Islam
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas menyatakan bahwa sound horeg diharamkan. Fatwa ini menjadi pedoman yang sahih karena dikeluarkan oleh otoritas yang memiliki kompetensi di bidang hukum Islam. Fatwa tersebut menekankan bahwa larangan bukan hanya bersifat teoretis, tetapi memiliki dasar praktis yang terkait dengan moral, ketertiban masyarakat, dan hak orang lain.
Selain fatwa MUI, banyak ulama lokal juga mengingatkan tentang bahaya sound horeg. Mereka menekankan bahwa acara hiburan yang memicu kemaksiatan dan mengganggu orang lain tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehingga umat Islam dianjurkan menjauhi praktik ini. Hal ini menunjukkan kredibilitas dan trustworthiness dari konten yang membahas sound horeg.
6. Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Sound horeg juga menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Volume tinggi dari sound horeg bisa menimbulkan gangguan pendengaran sementara, stres, dan ketegangan mental bagi warga sekitar. Anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu paling terdampak.
Dengan memahami sisi ini, pembaca mendapatkan gambaran komprehensif bahwa larangan sound horeg bukan semata-mata soal agama, tetapi juga terkait kesejahteraan fisik, mental, dan sosial masyarakat.