10 Bencana Alam Terbesar di Indonesia yang Pernah Mengguncang Negeri
![]() |
Berita Bencana Alam |
1. Tsunami Aceh 2004
Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 adalah salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern Indonesia. Dengan magnitudo 9,1–9,3 skala Richter, gempa di Samudra Hindia memicu gelombang tsunami setinggi hingga 30 meter di beberapa pesisir Aceh.
Menurut laporan resmi BNPB, lebih dari 230.000 orang tewas di Aceh dan wilayah sekitarnya, sementara ribuan rumah hancur total.
Tim relawan yang turun langsung ke lokasi bencana melaporkan kesulitan evakuasi akibat hancurnya infrastruktur, namun koordinasi antar lembaga internasional dan lokal membantu meminimalkan kerugian lebih besar.
Informasi lengkap seputar bencana ini dapat ditemukan di Berita Bencana Alam.
2. Gempa Bumi dan Tsunami Palu 2018
Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 dan memicu tsunami setinggi 4 meter di Teluk Palu.
Menurut Dr. Budi Santoso, Kepala Pusat Penelitian Bencana Alam di Universitas Indonesia, gempa ini menimbulkan lebih dari 4.300 korban jiwa dan menghancurkan puluhan ribu rumah. Banyak korban tewas akibat tsunami tiba-tiba di wilayah pesisir yang tidak sempat dievakuasi.
Info tambahan bisa diakses melalui Berita Bencana Alam.
3. Letusan Gunung Krakatau 1883
Letusan Gunung Krakatau pada 1883 adalah salah satu letusan paling dahsyat di dunia. Ledakan dahsyat memicu tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 40 meter, menghancurkan wilayah sekitar Selat Sunda.
Sejarawan mencatat bahwa lebih dari 36.000 orang meninggal akibat gelombang tsunami dan jatuhnya material vulkanik. Letusan ini menjadi kajian penting bagi ahli geologi dan vulkanologi karena dampaknya yang luas hingga mempengaruhi iklim global.
4. Banjir Bandang Manado 2014
Banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, pada November 2014 menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan rumah terendam. Curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari menjadi penyebab utama.
Data dari BPBD menunjukkan bahwa koordinasi tanggap darurat dan sistem peringatan dini cukup membantu mengurangi jumlah korban, namun kerugian materiil tetap signifikan.
Berita terbaru terkait bencana di Sulawesi dapat dilihat di Berita Bencana Alam.
5. Gempa Bumi Yogyakarta 2006
Pada 27 Mei 2006, gempa bumi berkekuatan 6,3 SR mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut laporan BNPB, lebih dari 5.700 orang tewas, sementara puluhan ribu rumah hancur.
Gempa ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat terkait pembangunan rumah tahan gempa dan kesiapsiagaan bencana. Banyak organisasi internasional ikut serta dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa.
6. Banjir Jakarta 2007
Banjir besar Jakarta pada Januari 2007 menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan Sungai Ciliwung meluap.
Analisis menunjukkan bahwa penyebab banjir bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga permasalahan drainase dan reklamasi wilayah. Penanganan jangka panjang melibatkan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul baru.
Update terkini tentang banjir Jakarta dapat diakses di Berita Bencana Alam.
7. Letusan Gunung Merapi 2010
Letusan Gunung Merapi pada 2010 adalah salah satu letusan teraktif di Indonesia. Abu vulkanik mencapai ketinggian 15 km dan aliran lava panas menewaskan lebih dari 350 orang.
Masyarakat di sekitar Merapi diungsikan secara cepat, dan pemerintah bersama BNPB melakukan evakuasi masal. Letusan ini menjadi studi penting terkait mitigasi bencana vulkanik dan kesiapsiagaan masyarakat.
8. Gempa Bumi Sumatera Barat 2009
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009. Ribuan rumah hancur dan ratusan orang tewas.
Ahli geologi menjelaskan bahwa gempa ini terjadi karena aktivitas sesar Sumatera, yang rentan memicu gempa besar. Pemerintah menggunakan pengalaman gempa sebelumnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini.
9. Banjir Bandang Garut 2016
Banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat, pada Agustus 2016 mengakibatkan belasan korban jiwa dan ratusan rumah terdampak.
BPBD setempat menekankan pentingnya pemetaan daerah rawan bencana dan edukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi.
10. Gempa Bumi Lombok 2018
Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok pada Juli–Agustus 2018. Lebih dari 500 orang meninggal, dan ribuan rumah serta infrastruktur rusak.
Selain korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar di sektor pariwisata. Penanganan darurat dilakukan secara cepat, termasuk bantuan medis, logistik, dan pembangunan hunian sementara.
Seluruh informasi bencana terbaru dapat dilihat di Berita Bencana Alam.