Mengenal Gangguan Suara Keras dan Cara Pencegahannya
![]() |
gangguan suara keras |
Suara yang terdengar terlalu keras atau menusuk telinga bisa menjadi tanda adanya gangguan suara keras pada sistem pendengaran seseorang. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup jika dibiarkan. Banyak orang mengira masalah ini hanya terjadi pada orang yang sering berada di lingkungan bising, namun faktanya siapa saja bisa mengalaminya. Artikel ini membahas penyebab, gejala, dan langkah pencegahan agar pendengaran tetap sehat.
Apa Itu Gangguan Suara Keras?
Gangguan suara keras atau hiperakusis adalah kondisi ketika seseorang merasakan suara biasa terasa terlalu kuat, menyakitkan, atau bahkan membuat tidak nyaman. Orang yang mengalami kondisi ini sering merasa terganggu oleh suara sehari-hari, seperti bunyi percakapan, musik, atau bahkan suara kendaraan.
Menurut penelitian dari American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), hiperakusis bisa muncul karena paparan suara keras secara terus-menerus, trauma pada telinga, atau gangguan neurologis. Beberapa kasus juga ditemukan pada orang yang memiliki riwayat migrain atau stres tinggi.
Penyebab Umum Gangguan Suara Keras
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan gangguan suara keras:
-
Paparan Suara Keras Secara Berulang
Lingkungan kerja yang bising, konser musik, atau penggunaan headphone dengan volume tinggi dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan sensitivitas berlebih terhadap suara. -
Infeksi atau Cedera Telinga
Radang telinga, perforasi gendang telinga, atau trauma fisik dapat memicu hiperakusis. Peradangan dan kerusakan jaringan memengaruhi kemampuan telinga untuk menyesuaikan intensitas suara. -
Gangguan Neurologis
Kondisi seperti migrain, cedera kepala, atau penyakit saraf tertentu dapat membuat otak menafsirkan suara biasa sebagai terlalu keras. -
Faktor Psikologis
Stres, kecemasan, atau depresi dapat memperburuk persepsi suara, membuat suara normal terdengar sangat mengganggu.
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Mengidentifikasi gangguan suara keras sejak dini sangat penting agar penanganan dapat lebih efektif. Gejala yang umum dialami antara lain:
-
Sensasi tidak nyaman atau nyeri ketika mendengar suara biasa.
-
Sering merasa terganggu oleh suara di lingkungan sekitar.
-
Sakit kepala atau migrain yang muncul bersamaan dengan paparan suara.
-
Kesulitan berkonsentrasi karena suara terdengar terlalu kuat.
Jika gejala berlangsung terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter spesialis THT atau audiolog untuk evaluasi lebih lanjut.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Diagnosis hiperakusis biasanya dilakukan oleh dokter THT atau audiolog dengan langkah-langkah berikut:
-
Wawancara Medis: Menanyakan riwayat kesehatan, paparan suara, dan gejala yang dialami.
-
Tes Pendengaran: Mengukur ambang batas pendengaran untuk mengetahui tingkat sensitivitas telinga terhadap suara.
-
Evaluasi Neurologis: Pada kasus tertentu, pemeriksaan saraf diperlukan untuk menyingkirkan penyebab lain.
Langkah-langkah ini memastikan diagnosis tepat dan mencegah kesalahan penanganan yang bisa memperburuk kondisi.
Penanganan Gangguan Suara Keras
Berikut beberapa strategi untuk mengurangi dampak gangguan suara keras:
-
Menghindari Paparan Suara Berlebihan
Gunakan earplug atau earmuff saat berada di lingkungan bising, kurangi volume headphone, dan batasi durasi mendengarkan musik keras. -
Terapi Suara (Sound Therapy)
Audiolog dapat merekomendasikan terapi suara untuk membantu otak menyesuaikan sensitivitas terhadap suara, sehingga suara normal terasa nyaman. -
Pendekatan Medis
Obat-obatan tertentu dapat diberikan jika hiperakusis disertai gangguan neurologis atau psikologis. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk dosis dan jenis obat yang tepat. -
Manajemen Stres
Teknik relaksasi, yoga, atau meditasi dapat membantu mengurangi sensitivitas terhadap suara yang dipicu faktor psikologis.
Pencegahan Agar Pendengaran Tetap Sehat
Beberapa langkah pencegahan penting untuk meminimalkan risiko gangguan suara keras:
-
Batasi durasi dan intensitas paparan suara keras.
-
Gunakan alat pelindung pendengaran di lingkungan bising.
-
Lakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin, terutama jika sering terpapar suara bising.
-
Tetap menjaga kesehatan fisik dan mental, karena stres dan kondisi psikologis memengaruhi persepsi suara.