Tingkat Kebisingan Suara: Panduan Lengkap untuk Menjaga Kesehatan Pendengaran Anda
![]() |
suara diatas 130db |
Paparan kebisingan yang tinggi bisa berdampak serius pada kesehatan pendengaran seseorang. Banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas sehari-hari, seperti menghadiri konser musik, menggunakan alat musik keras, atau berada di dekat kendaraan bermotor, dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang tingkat kebisingan suara, dampaknya, dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjaga telinga tetap sehat.
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah suara dengan intensitas tinggi. Menurut Dr. Anita Wibowo, Sp.THT-KL, seorang ahli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, “Paparan suara yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki.” Hal ini menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap kebisingan bukanlah hal sepele.
Beberapa laporan juga menyoroti fenomena suara diatas 130db yang kerap terjadi di acara publik tertentu. Paparan seperti ini, meski berlangsung singkat, memiliki potensi merusak pendengaran secara signifikan. Oleh karena itu, memahami sumber kebisingan dan langkah mitigasinya menjadi hal yang penting bagi siapa saja yang ingin menjaga kesehatan telinganya.
Apa Itu Tingkat Kebisingan Suara?
Tingkat kebisingan suara diukur menggunakan satuan decibel (dB). Semakin tinggi angka decibel, semakin besar intensitas suara tersebut. Untuk membandingkan, suara normal percakapan sehari-hari berada di kisaran 60 dB, sedangkan suara kendaraan bermotor atau alat musik bisa mencapai 85–120 dB.
Paparan suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus dapat menimbulkan kerusakan telinga. Dr. Wibowo menambahkan, “Setiap kenaikan 3 dB pada tingkat suara berarti paparan harus dipotong setengah durasinya agar aman. Jadi, suara yang terlalu keras dalam waktu lama sangat berisiko.”
Fenomena suara diatas 130db biasanya ditemukan pada event musik live, sound system horeg, atau kendaraan bermotor dengan knalpot modifikasi. Meski sering dianggap hanya sementara, efeknya pada telinga bisa cepat dan permanen jika tidak ada proteksi.
Dampak Paparan Kebisingan pada Pendengaran
Paparan kebisingan tidak hanya menimbulkan gangguan pendengaran sementara, tetapi juga bisa menyebabkan gangguan permanen. Beberapa efek yang mungkin muncul antara lain:
-
Tuli sementara atau permanen
Paparan suara tinggi dapat merusak sel rambut di koklea telinga bagian dalam. Kerusakan ini bersifat irreversibel dan menurunkan kemampuan mendengar secara bertahap. -
Tinnitus atau telinga berdenging
Banyak orang yang terpapar suara keras mengeluhkan bunyi berdenging yang menetap. Ini merupakan tanda bahwa sel-sel pendengaran mengalami stres dan kerusakan. -
Gangguan kesehatan lain
Paparan jangka panjang dapat memengaruhi tekanan darah, kualitas tidur, dan meningkatkan stres. Dr. Wibowo menekankan, “Kebisingan bukan hanya masalah pendengaran, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.”
Sumber Umum Kebisingan Tinggi
Mengetahui sumber kebisingan tinggi dapat membantu dalam upaya mitigasi. Beberapa sumber yang paling umum meliputi:
-
Acara musik live atau sound system horeg – sering menghasilkan suara diatas 130db.
-
Kendaraan bermotor dan knalpot modifikasi – terutama di kawasan perkotaan.
-
Alat musik keras – seperti drum, gitar listrik, atau alat musik tradisional dengan amplifier besar.
-
Lingkungan industri – pabrik atau lokasi konstruksi yang menggunakan mesin berat.
Cara Melindungi Pendengaran
Melindungi telinga dari kebisingan adalah langkah penting untuk mencegah gangguan pendengaran jangka panjang. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
-
Gunakan Earplug atau Earmuff
Saat menghadiri acara musik atau bekerja di lingkungan bising, gunakan pelindung telinga yang sesuai standar. -
Batasi Durasi Paparan
Hindari berada terlalu lama di dekat sumber suara keras. Misalnya, jika berada di tempat dengan suara diatas 130db, batasi durasinya hanya beberapa menit dengan jeda istirahat. -
Jaga Jarak dari Sumber Suara
Semakin dekat dengan sumber kebisingan, semakin tinggi intensitas yang diterima telinga. Menjaga jarak dapat mengurangi dampak buruknya. -
Periksa Pendengaran Secara Berkala
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sedini mungkin. Jika ditemukan penurunan kemampuan mendengar, tindakan pencegahan bisa segera dilakukan.
Pentingnya Kesadaran dan Edukasi
Masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas mengenai risiko kebisingan. Banyak orang meremehkan paparan suara tinggi karena efeknya tidak langsung terlihat. Dengan edukasi yang tepat, seperti artikel ini, pembaca bisa memahami bahwa langkah pencegahan sederhana memiliki dampak besar pada kesehatan jangka panjang.
Dr. Wibowo menyarankan, “Masyarakat harus mulai memprioritaskan kesehatan telinga seperti halnya kesehatan jantung atau paru-paru. Pencegahan lebih mudah dan murah dibandingkan perawatan kerusakan pendengaran yang sudah terjadi.”
Mengapa Informasi Ini Relevan Saat Ini
Acara musik live, sound system horeg, dan aktivitas kota yang bising semakin meningkat. Banyak laporan menyebutkan paparan suara diatas 130db di berbagai event. Artikel ini hadir untuk memberikan panduan lengkap agar pembaca bisa tetap menikmati hiburan tanpa mengorbankan kesehatan telinga.
Selain itu, dengan adanya protokol kesehatan dan alat perlindungan yang tersedia, setiap individu memiliki kesempatan untuk menerapkan langkah-langkah preventif secara efektif.